Semarak Uroe Lahe Pidie 515 Dengan Pawai Budaya

PPID Utama Pidie | Sabtu, 19 September 2026 | Berita 

Pidie - Jalan mulai dari Masjid Agung Al-Falah Sigli, melintasi Jalan Iskandar Muda hingga Simpang Mess Golkar, Sabtu (19/9/2026) pagi, dipenuhi ribuan warga yang antusias menyaksikan semarak Pawai Budaya dalam rangka Peuingat Uroe Lahe Pidie ke-515 yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie.

Pawai budaya ini bukan sekadar tontonan dan hiburan bagi warga. Lebih dari itu, acara ini berfungsi sebagai media edukasi publik tentang sejarah dan nilai-nilai luhur daerah, serta menjadi salah satu cara efektif untuk mempromosikan dan menjaga kekayaan budaya dalam masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, warisan budaya dapat dilestarikan dan dihormati, sementara generasi muda bisa belajar dan menghargai keindahan serta kekayaan budaya yang dimiliki," jelas Ketua Panitia yang juga Sekda Pidie, Drs. Samsul Azhar.

Foto kiri atas proses pelepasan peserta pawai budaya oleh Wabup Pidie, Alzaizi didampingi istri, foto kanan atas dan foto bawah suasana Bupati bersama Unsur Forkopimda beserta Kepala SKPK menyaksikan penampilan peserta kontigen dalam rangka Peuingat Uroe Lahe Pidie 515, Sabtu (19/9/2026). Doc. Sayed.

Lebih lanjut ia menjelaskan, melalui pawai budaya ini Pemkab Pidie berharap generasi muda dapat menumbuhkembangkan budaya daerah dan nasional, menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan, kebanggaan daerah, mendorong semangat memiliki dan membangun daerah, serta memperkuat rasa kecintaan dan keterikatan batin antara rakyat, lembaga politik, sosial budaya, dan keagamaan di Kabupaten Pidie.

"Tidak hanya itu, kegiatan ini juga mendorong peningkatan partisipasi masyarakat melalui kegiatan budaya, melestarikan dan mempromosikan warisan budaya yang unik dan tradisional, mengenalkan kembali tradisi dan seni budaya kepada masyarakat luas dan generasi muda, serta memperkuat rasa kebanggaan dan identitas budaya Pidie," jelasnya, dikutip dari petunjuk pelaksanaan pawai yang disahkan awal bulan September 2026.

Peserta Pawai

Adapun peserta pawai budaya terdiri dari:

Kategori Pelajar: Siswa SMP/MTs, SMA/SMK/MA dan Santri dalam Kabupaten Pidie.Kategori Guru/Pendidik: Guru SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA dan Teungku Dayah dalam Kabupaten Pidie.

Kategori SKPK: Pejabat Eselon III, IV/Fungsional dan Staf Pelaksana seluruh SKPK dalam Kabupaten Pidie.

Kategori Kecamatan: Camat, Keuchik, Tokoh, dan Masyarakat dari Kecamatan dalam Kabupaten Pidie.

Kategori Umum: Komunitas budaya, etnis, suku, dan LSM/Ormas yang ada di Kabupaten Pidie.

Pantauan Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominsa) Pidie, masing-masing kontingen merepresentasikan tema tampilan meliputi kearifan lokal, sejarah, dan potensi unggulan Pidie seperti pakaian adat Aceh, visualisasi tokoh sejarah, hingga miniatur budaya.

Penampilan tersebut disaksikan di panggung kehormatan oleh Bupati Pidie beserta istri, Wakil Bupati Pidie beserta istri, Sekretaris Daerah Kabupaten Pidie beserta istri, Forkopimda Pidie (Kapolres Pidie, Dandim 0102/Pidie, Kajari Pidie, Ketua Mahkamah Syar'iyah Sigli, Ketua Pengadilan Negeri Sigli) beserta istri, para Staf Ahli Bupati, para Asisten, dan para Kepala SKPK/Badan beserta istri, termasuk Kepala Diskominsa Pidie, Nasrinah Hanim, S.STP., M.PA., yang turut memberikan dukungan dan semangat kepada stafnya.

Sejumlah penampilan peserta kontigen dalam rangka Peuingat Uroe Lahe Pidie 515, Sabtu (19/9/2026). Doc. Sayed.

Para peserta pawai tampil mengenakan pakaian adat Aceh, pakaian mukim, panglima laot, panglima uteun, keujruen blang, peutuwa seuneubok, serta pakaian adat dari berbagai etnis dan suku di Nusantara.

Acara berjalan lancar dan tertib berkat kerja sama seluruh SKPK dalam Kabupaten Pidie. [sa]

Tags Uro Lahe Pidie  Pidie