Kuak Hari Jadi Pidie, Pemkab Gelar FGD

Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kabup | Senin, 10 Juni 2024 | Berita 

Pidie - Dalam rangka mencari titik terang bukti sejarah kapan Kabupaten Pidie lahir, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie menggelar Fokus Group Discusion (FGD) I, di Oproom Setdakab setempat, Senin (10/6/2024).

FGD ini bertujuan memancing pola pikir dan mendapatkan sumbang pikir yang logis guna mendapatkan dukungan kuat untuk dijadikan kajian penetapan hari jadi Pidie dan dapat dikukuhkan secara permanen.

Seperti halnya disampaikan Plh Bupati Pidie, Drs Samsul Azhar, M.Si., katanya, selama ini Kabupaten Pidie luput dari peringatan hari Milad. Oleh karena itu, dengan adanya FGD diharapkan dapat terbentuk qanun agar menjadi acuan referensi hukum.

Sehingga lewat FGD I dan ke II nantinya dapat diparipurnakan konsideran hukum sebagai dasar pijakan hukum agar Pidie memiliki kekuatan untuk diperingati hari jadinya, Pidie sebagai jati diri daerah yang berdaulat dan bermarwah," terangnya disela-sela sambutan pembukaan.

Lebih lanjut, Plh Bupati Pidie sekaligus Sekretaris Daerah (Sekda) Pidie mengungkapkan, yang paling tinggi atas asas ini dikaji pada referensi sejarah secara Islami. Karena masyarakat Pidie lebih kokoh dalam penerapan sendi-sendi agama Islam.

Demikian itu, referensi sejarah islam menjadi awal tanggal Pidie lahir, pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan pemerhati politik dan hukum, Dr Nadhar Putra, M.Si., mengatakan, kerajaan Pedir pada hakikatnya telah menguasai dunia sejak jauh sebelum kerajaan besar di Nusantara. 

Jadi Pidie merupakan salah satu Kabupaten di Aceh secara yuridis dibentuk melalui UU Nomor 7 (Drt) tahun 1956 nomor 58 tambahan lembaran negara RI nomor 1092,"ujarnya

Selain itu, pemerhati adat dan budaya, Junaidi, S.Ag.,MH., juga menjelaskan, dalam catatan lembaran sejarah, masa dinasti Liang Tiongkok pada tahun 502 - 557 nomor buku 54 mencatat adanya sebuah kerajaan Poli di pantai utara Sumatera dan menurut HM Zainuddin dalam Tarikh Aceh dan Nusantara Jilod 1 Poli itu adalah Pidie.

Malahan dalam awal mula catatan sejarah menurut Winsted selaku sejarawan kuno menyatakan bahwa kerajaan Pedir merupakan sebuah kerajaan yang sudah ada setelah kerajaan Sriwijaya dan juga menurut Mills pelabuhan Nan-po-li terletak di Pedir yang kini Sigli," sebut Junaidi.

Adapun FGD ini dihadiri oleh ratusan peserta terdiri dari berbagai kalangan pemerhati budaya, adat istiadat, tokoh masyarakat para kalangan ulama dan para sejarawan serta organisasi kepemudaan (OKP).[]

Tags Hari Jadi Pidie